Senin, 23 Januari 2012

Satu dan Empat Tujuh, yang penuh inspirasi


Merealisasikan ide tidaklah mudah, membutuhkan banyak kesungguhan perjuangan. Perjuangan yang tiada henti yang saling terpadu antara pencetus ide, para pendukung ide, dan alam sekitar kita.

Tidak terasa usia kita terus bertambah, dengan prestasi sukses dan kegagalan yang tertoreh. Inilah sebuah hidup yang dinamis, dengan segala ritme hidup yang pasang dan surutnya silih berganti, penuh warna dan makna. Usia terus bertambah jumlahnTautanya, namun secara hakiki jatahnya berkurang. Secara alamiah regenerasi dan kematian sel terjadi menjadikan pencerminan hidup yang begitu menakjubkan sehingga orang terlihat remaja, dewasa, dan rentah.

Satu tahun yang lalu ide itu mulai direalisasikan, ide besar dari seorang perempuan pemikir yang gigih dan pantang menyerah. Dialah Prof. Yushinta, yang menggagas pengembangan ide industri kepiting lunak. Ide besar ini diterjemahkan menjadi ADYCRAB, sebuah perusahaan budidaya kepiting lunak berbasis riset yang menerapkan konsep keramahan lingkungan.

Namun ide ini tidak lah mudah, setelah diterpa berbagai halang rintang dan berbagai riset pun dilakukan untuk menyoal solusi masalah yang dihadapi. Usia muda 1 tahun ini begitu fenomenal dengan perjalanan yang begitu berarti dan rumit bagi industri yang baru dengan personalia para pembelajar yang mencari jati diri untuk menjadi seorang pengusaha pembelajar.

Suatu prestasi yang terbilang bukan biasa, ADYCRAB dikelola oleh para pengelola yang baru dan mengandalkan ide-ide para akademisi yang sering diacuhkan oleh pengusaha profesional. Inilah prestasi kita, prestasi yang menunjukkan bahwa kita bisa.

Ide, inspirasi dan semangat pun tertuang ke dalam ADYCRAB, tanggal 23 Januari 2011 lalu menjadi awal langkah untuk membuktikan keberanian itu.

Dan pada hari ini, ADYCRAB berhasil merayakan keberanian realisasi ide itu

Selamat hari jadi perdana yang istimewa untuk ADYCRAB,

Selamat berulang tahun penggagas ide besar ADYCRAB, Prof. Yushinta. Ide, inspirasi dan semangat mendewasakan orang sekitar selalu menjadi tuntunan inspirasi bagi kami.

Satu dan Empat Tujuh tahun yang penuh inspirasi.

Salam,
Sekjen ASPEKRINDO

AKBAR MARZUKI TAHYA

Sabtu, 26 November 2011

Pelatihan Budidaya Kepiting Cangkang Lunak

Tingginya minat masyarakat untuk mempelajari budidaya kepiting lunak tercermin dari banyak permintaan dan pertanyaan kepada kami mengenai kegiatan yang kami laksanakan dan rintis selama ini. Dengan demikian pelatihan budidaya kepiting cangkang lunak digagas bekerja sama dengan ADY CRAB Indonesia Crab Farm yang akan memfasilitasi kegiatan tersebut. ADY CRAB merupakan industri budidaya kepiting lunak di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan yang membudidayakan kepiting lunak skala besar dan memiliki tenaga teknis profesional dalam bidang kepiting lunak.


Pelatihan ini juga akan dipandu langsung oleh seorang pakar kepiting dari Universitas Hasanuddin, Yushinta Fujaya. Guru Besar Perikanan yang menemukan formulasi khusus untuk pelunakan cangkang yang diberi nama Vitomolt.

Pelatihan intensif budidaya kepiting lunak ini akan diadakan selama 3 hari, dengan biaya pelatihan hanya Rp. 3.000.000 peserta akan mendapatkan fasilitas training langsung di ADY CRAB, penginapan di Kota Pare-pare, konsumsi selama pelatihan, transportasi hotel ke tempat pelatihan, sertifikat dan kelengkapan training lainnya.



JADWAL PENDAFTARAN PESERTA PELATIHAN

NO.

TANGGAL

KEGIATAN

1

4 Desember 2011 – 24 Februari 2012

Pendaftaran Peserta

2

20 Februari 2012 – 29 Februari 2012

Konfirmasi Pendaftaran


Informasi dan pendaftaran segera hubungi
email kami: askricrab@yahoo.com,
facebook: www.facebook.com/kepitingdanrajungan,
dan atau ke layanan telepon seluler ke 081241008420 atau 08152521799.
download disini.


Kamis, 02 September 2010

Aspekrindo Care, Peduli dan Memaknai.

Rajawali, 2 Sepetember 2010

“Allah SWT memelihara sedekah seperti seseorang memelihara tanamannya, dan yakini bahwa Allah SWT yang memberi harta dan yang menahannya”.



Bulan ramadhan, bulan berbagi, bulan peduli…




Peduli pada diri sendiri, peduli sesama, peduli pada lingkungan menjadi rangkaian kehidupan kompleks yang seyogyanya berlaku. Islam telah banyak mengajarkan mengenai toleransi, kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama kita dan alam sekitar. Namun apa yang berlaku selama ini sangat bertolak belakang dengan ajaran-ajaran fitrah kehidupan. Walhasil muncullah kegalauan hidup yang dikarenakan ketidakseimbangan, ada beberapa golongan yang begitu egois dengan kelebihan hartanya sehingga melupakan kaum lemah, golongan ini cenderung bereuforia dengan kekuasaan yang dimilikinya. Sementara kaum lemah tidak dapat berbuat apa-apa, mereka dirampas haknya.

Kepedulian dalam Islam sangat ditekankan untuk menjamin pemerataan kesejahteraan, namun terkadang kita melupakan kewajiban kita untuk memberi, mendermakan sebagaian harta yang dititipkan Allah SWT, oleh karenanya wajar ketika suatu negeri diberikan suatu kondisi ketakutan, kekurangan bahan makanan, dan ketidak nyamanan.
Demikian halnya dengan kegiatan yang berlangsung hari ini, Asosiasi yang bergerak untuk memperhatikan sumberdaya kepiting dan rajungan ini kembali melaksanakan hajatan sosial. Kegiatan ini digelar untuk menyadarkan kita bahwa kita tidak hidup sendirian di tempat ini, kita adalah homosocious yang membutuhkan teman untuk hidup. Untuk membangun kondisi hidup yang seimbang maka peduli terhadap sesama merupakan solusi, perihal ini seumpama benda yang dijatuhkan ke dalam genangan air yang tenang, lingkaran bergerak berupa gelombang yang mengelilingi titik pusat dan menjauh bertambah jauh dan banyak merupakan multiplier efek dari kepedulian kita. Lingkungan sosial kita akan merasakan keindahan berbagi, kekuatan kepedulian dan kasih sayang dari pribadi yang peduli.


Sedikit namun bermakna lebih baik dibandingkan banyak namun tidak menyadarkan kita sebagai makhluk sosial yang patut hidup karena orang di sekitar kita. Pembagian sembako kali ini dilaksanakan berbeda dengan tahun sebelumnya karena hanya mengambil tempat di kediaman Prof. Yushinta, selaku ketua Asosiasi. Yakni berbagi dengan masyarakat nelayan terdekat, masyarakat Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso. Dan berhasil menyalurkan sembako kepada sekitar 100 orang.

Hajatan yang mengedepankan kepedulian ini terlaksana atas partisipasi rekan-rekan yang ingin berbagi kepada manusia lain. Oleh karena itu pada kesempatan yang sama kami dari ASPEKRINDO mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Muthmainnah Mangkona, Sri Suro Adhawati, Andi Mallombasang, Muh. Ikhsan, rekan ASPEKRINDO lainnya dan keluarga besar masyarakat nelayan Mariso.

Atas partisipasi kita sekalian maka semua ini akan bermakna.
Selamat Peduli di Hari yang Fitri.